MY FIRST LOVE


Pengirim : Johan

Perkenalkan nama g Johan, tinggi 172Cm, berat 78Kg. G kelahiran tahun 87, dan berasal dari keturunan Chinese. Kejadian ini bener-bener nyata dan terjadi sekitar 1tahun yang lalu. G secara ga sengaja bisa ngerasain yang namanya Making Love dengan orang yang baru g kenal, dan sekarang jadi cwe g. Langsung aja g certain sedikit detailnya.

G inget pagi itu sekitar jam 7 pagi g bangun tidur dan bingung mau ngapain aja seharian, karena g baru saja lulus dari sebuah universitas swasta terkenal di kota Bandung, dan belum memiliki pekerjaan. Karena g pikir bekerja di sebuah perusahaan itu sangat membosankan, dan g pengen membuka sebuah usaha sendiri. Akhirnya g putuskan untuk pergi berenang dan berolah raga sedikit. Karena terakhir g berolahraga sekitaran 6 bulan yang lalu sebelum terpotong sibuknya membuat skripsi. Semuanya g siapin, dari celana renang, kacamata, anduk, dan perlengkapan lain.

Sesampainya di tempat berenang g langsung berganti pakaian, dan langsung nyebur. Wuihhh.. ternyata dingin banget, karena baru sekitar jam 8an saat itu. Pantesan aja sepi dan hanya ada 2orang petugas dan tidak ada pengunjung satupun. Satu orang petugas berjaga di pintu masuk dan satu lagi yang lagi bersih-bersih. Ya aku juga berpikir mana ada orang pagi-pagi dingin mau berenang, dan mungkin memang hari ini bukan hari libur. Tetapi ternyata ga lama berselang sekitar setengah jam, ada dua orang lagi yang datang. Seorang cowo dan cewe. Tapi ternyata tuh cowo cuma nganterin doang sampe kolam renang, dah gitu pamitan dan janji bakal ngejemput lagi sekitar jam 12an. Dan g tau itu ternyata adalah kakanya.

Waktu itu g menduga cwe itu kurang lebih beda satu atau dua taun di bawah g. keliatan banget dia juga keturunan Chinese. Mukanya cantik, tetapi lebih ke manis dengan rambutnya yang lurus sampai ke punggung. Tingginya sih ga terlalu tinggi, perkiraan g ada di 165an dan memiliki badan yang ramping dan memiliki kulit putih mulus.

Ga lama diapun berganti pakaian renang dan melakukan pemanasan di samping kolam. Waktu itu g ga bisa liat bentuk badannya karena dia masih memakai kaus barong (kaus pantai/ khas bali), untuk menutup badannya dia. Entah karena malu, atau memang hembusan angin yang masih sedikit dingin. Ga beberapa lama pun akhirnya g ngedenger suara ceburan, ternyata dia sudah masuk ke dalam air. Sial pikirku dalam hati, ga liat bodynya waktu dia buka bajunya. Iseng-iseng aku berenang mendekati dia untuk curi-curi pandang dalam air. Untung saja aku tidak lupa membawa kacamata renangku, ucapku dalam hati.

Baru saja mau mendekati tu cwe, eh dianya berenang kearah berlawanan. Sial, pikirku dalam hati. Tetapi tadi sedikit terlihat bahwa dia memakai baju renang speedo dengan model backless pada bagian belakangnya. Walaupun memang masih belum terlihat cetakan badannya. Berkali-kali akupun mencoba mencari celah untuk bisa melihatnya dalam air. Tetapi itu ternyata cukup sulit, tidak seperti yang di bayangkan. Akhirnya aku putuskan untuk berenang saja, tanpa menghiraukan dia lagi.

Baru saja ku niatkan untuk berenang tiba-tiba dia mengerang dan berusaha berenang ke pinggir dengan susah payah. Tadinya aku ga peduli, tetapi aku baru sadar bahwa kolam itu cukup dalam dan makin lama gerakannya makin kacau dan sepertinya mau tenggelam. Dengan gaya bebas aku cepat-cepat mendekat buat ngebantu dia. Dan ternyata dia memang keram dan ga bisa ngelurusin kakinya. Di situ g bilang dia buat tenang dan g rangkul badannya, sambil sedikit-sedikit g bawa ke pinggir. Wah ternyata susah juga ngebawa orang di dalem kolam renang yang dasarnya ga kesentuh oleh kaki. G liat di film-film sepertinya gampang hahaha…

Setelah sampai di pinggir kolam, g berusaha buat bantuin dia naek ke tepian. Dia terus2an meringis sambil megangin kakinya. G bingung harus ngapain. Yang g inget klo g keram kaki g di angkat sambil di tekan ujung telapak kakinya agar ototnya kembali rileks. G suruh aja dia berbaring dan angkat kaki yang keramnya dan g batuin tekan dalam posisi berdiri. Dia terus-terusan meringis waktu g tekan telapak kakinya. di situ otak g jadi mikir yang ngga-ngga, karena posisinya dia yang pake baju renang (sexi abis, dengan rambut yang acak2an, sambil rebahan lagi) trus g nya berada di atas, pas dengan suara rintihan dia membuat g sedikit konak. Otomatis antenna g berdiri, dan menggembung di balik celana renang g.

Tiba-tiba lamunan g buyar. “Udah ko (panggilan kaka/koko) tankz, udah ga tegang kok ototnya”, kata dia.

“owh.. oke-oke”, kataku sambil ngelepasin tanganku dari kakinya dia. Kebetulan disitu ada handuk g, g pakein aja ke badannya dia. Dia bilang: “eh.. ko ga usah, gpp kok”.

“gpp santai aja, pake dulu aja. Lagian anginnya dingin, tar malah masuk angin lagi”, kataku. “lagian kan handuk kamu kan di sebrang kolam. Udah duduk dulu aja di sini, dari pada kakinya keram lagi”

“iya ko, thankz yah. Nama g Cherryl” kata dia sambil menjulurkan tangannya.

“oh, hai.. g Johan” sambut g

Cherryl: “tankz banget yah ko udah nolongin g, g ga tau gimana klo ga ada yang nolongin tadi” katanya lagi

Gue: “iya sama-sama, ya kebetulan aja tadi g bisa nolongin lu. Btw jangan panggil g koko donk, panggil g nama aja. Lagian tau dari mana g lebih tua dari lu” kata g.

Cherryl: “yah ga enak aja abisnya, ko. Ehh.. Han, lu kan udah nolongin g, terus g ga tau nama. Masa manggilnya haii..hai..” kata dia sambil tertawa kecil

Gue: “hahaha.. santai aja kali” jawabku ringan

Disitu kami mengobrol2 sebentar, sampai dia bilang

Cherryl: “hayooo.. tadi waktu kamu bantuin aku mikirin apa???” kata dia sedikit centil

Gue: “hah..?? emangnya mikirin apa gitu??” jawab g pura-pura bego

Cherryl: “tadi keliatan ada yang bergerak-bergerak di celana lu, hayo..”. Wah, beranian juga ni cwe, g mikir dalem hati..

Gue: “yah wajarlah namanya juga cwo kali, liat cwe cantik, sexi kaya kamu. Pake baju renang lagi, hahaha” jawab g sedikit memancing.

Cherryl: “ah dasar semua cwo mikirnya gitu melulu.. yaudah ah, g mau bilas badan dulu. Mau mandi. Nih anduk lu. Tankz ya dah di tolongin di kasih pinjem anduk lagi”

Gue: “hayulah, sama g juga mau mandi”, jawab g sambil beresin barang barang.

G langsung bergegas ke kamar mandi cwo, sial ternyata g lupa bawa sabun dan sampo. Padahal tadi g udah siapin di meja makan. “apa g minta aja ya ke cherryl. Ucap g dalem hati. G langsung bergegas ke kamar ganti wanita. Tadinya g mau teriak dari luar buat minta sabun sama sampo, tapi otak g mulai usil. G liat keadaan ternyata di situ sepi. Dan g beraniin diri buat masuk dan berpikir buat ngintip dia lagi mandi. G masuk ke kamar mandi, dan g langsung tau, bilik mana yang dia pake buat mandi, karena Cuma ada 1 bilik yang ke tutup. Kebetulan biliknya memiliki pintu yang bawahnya terbuka, seperti pintu-pintu WC yang berada di mall. G akhirnya perlahan-lahan ngintip dia dari bawah, terlihat kakinya yang putih mulus. Baru melihat kakinya saja jantungku berdebar kencang banget. Sampai tadinya kupikir kubatalkan saja niatku untuk mengintipnya. Tapi entah kenapa aku lebih memilih untuk terus mendekat agar bisa melihat seluruh badannya.

Aku maju perlahan, lahan dari bawah, terlihat pahanya yang mulus, lalu pantatnya, dan punggunya. “berbalik plliiss..” ucapku dalam hati. Baru saja aku berharap, dia bener2 berbalik dan menyabuni seluruh badannya.. payudaranya yang padat dan berisi, mungkin berukuran 34C, terlihat menggantung dengan indahnya, dihiasi putingnya yang berwarna coklat kemerahan. Aku telusuri ke bagian bawahnya, terlihat bulu-bulu halus yang rapih terawat, menutupi lobang mekinya. “sungguh beruntung!!” ucapku dalam hati. Apalagi waktu dia menyabuni seluruh badannya, dan mengangkat sebelah kakinya untuk di sabuni, terlihat jelas belahan mekinya dari arah bawah. Sampai-sampai penis g pun mendesak ingin keluar dari balik celana renang g, dan memasuki lubang yang hangat itu. Kugosok, dank u kocok pelan kontolku yang masih berada di dalam celana. Sampai akhirnya dia mematikan keran shower, dan aku bergegas untuk cepat-cepat kembali ke kamar ganti cwo. Tapi entah sial entah beruntung, aku terpeleset dan tanpa sengaja mendorong pintu bilik tempat cherryl mandi. Ternyata kunci pintunya tidak kuat dan terbuka begiru saja. Sontak cherryl terkejut. “Hey ngapain kamm….!!!” Belom sempet dia teriak g langsung nutup mulutnya dan nyalain air keran segede2 nya. G himpit badannya ke tembok dan g jepit badan dia dengan badan g.

Gue: “Sory ryll, tadi g mau minta sabun sama sampo, tapi g jga ga maksud buat ngintipin lu, plis jangan teriak, tar g lepasin” dia terus menerus meronta dan g bisa liat mukanya merah menahan marah dan malu. Terbayang di matanya ingin menampar bahkan memukuli aku habis-habisan. Dia terus-terusan meronta, tetapi tenagaku masih cukup kuat, karena baru berenang beberapa putaran saja. Akhirnya rontaannya sedikit mengendur, mukanya yang tadinya penuh amarah kini mulai pucat dan berlinang air mata bercampur air shower yang membasahi badan kita berdua. Setelah yakin dia ga teriak akhirnya g kendurin pertahanan g, dan g buka tangan g dari mulutnya.

Cherryl: “plis han.. lepasin gue..” sambil menangis dan memelas

disitu otak jahat g bermain lagi, “keadaan berbalik, dia yang memelas, mungkin kalo g ancem sedikit dia mau menuruti perintah g” kata g dalam hati.

Gue: “oke g lepasin, tapi ada satu syarat”

Cherryl: “oke.. apa syaratnya..?? tapi plisss… jangan perkosa g. G masih perawan. Plisss…” cherryl memelas sambil menangis..

Gue: “oke, g ga akan perkosa lu, g cuma pengen lu isep punya g. ayo jongkok” kataku sedikit memaksa

Cherryl: “Pliss han, yang laen aja deh.. pliss..”

Gue: “yaudah kalo lu ga mau, g beneran perkosa, kalo lu teriak penjaga di depan memang akan masuk kesini, tapi lu yakin lu bakal selamat??, atau jangan-jangan malah di perkosa sama dia juga?”

Cherryl: “oke-oke.. tapi plis jangan perkosa g” kata dia memelas

Setelah dia dalam posisi, g suruh dia buka celana renang g. Akhirnya penis g bisa keluar juga dari dalam celana yang sempit. G suruh dia pegang dan kulum.

Gue: “ayo masukin mulut sayang..!!”

Cherryl tampak ragu2, mungkin karena dia baru pertama kali melihat kontol lelaki. Di genggamnya kontol g yang panjangnya sekitar 14cm dan berdiameter 4cm. ya mungkin tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membuatnya kewalahan.

Gue: “ayo cepet..!! tar kelamaan” kataku sedikit memaksa

Akhirnya cherryl mengeluarkan lidahnya dan sedikit menjitat kontol g.

Gue: “masukin dong kemulut lu..!!!” Perintah g

Karena di paksa dia memejamkan matanya dan memasukan kepala penis g ke mulut. Sambil tangannya terus memegangi pangkal penis g. dan tangannya yang satu memegang ke paha g untuk menyeimbangkan badannya. Aku dorong kepalanya agar penisku lebih masuk lagi ke dalam, terdengan suaranya seperti tersedak dan mau muntah, tetapi ga g hirauin. G maju mundurin kepalanya, sampai dia menepuk-nepuk tangannya ke perut aku. Dan dia lepasin penisku sambil ngos-ngosan dan terbatuk-batuk.

Gue: “ayo sayang lanjutin..” kata g mesra

Cherryl: “sampe kapan han..?”

Gue: “sampai kata g cukup..!!”

Diapun mengulum penisku lagi dan kuajari dia sambil mengocok tangannya di batang kemaluanku..

Gue: “ssshhh…. Hahhhhh… enak sayang” kataku yang memang baru pertama kali ngerasain sepongan dari cwe.

Setelah kurang lebih 5 menit, terasa aku mau keluar, dan kutahan dan buru-buru g lepasin dari mulutnya dia, takutnya aku kehilangan nafsu setelah ngecrot.

Gue: “ayo gantian, lu yang bediri” kataku

Cherryl: “hah..?! mau ngapain lu han”

Gue: “udah nurut aja, yang pasti enak..!!” kata g sekenanya

Akhirnya diapun bediri, dan g mulai menciumi buah dadanya. G jilat sekitaran daerah putingnya, tetapi tidak langsung kumainkan putingnya. Aku ingin dia penasaran dengan rasa yang g buat, ga mau terlalu cepat, agar dia tidak kaget dan bisa menikmati permainan g. Sambil sekali-sekali g cium bibirnya dan lehernya. Pertamanya dia menutup mulutnya, tapi lama kelamaan dia merespon ciumanku. Lidahku masuk kedalam rongga mulutnya, diapun membalasnya sambil memejamkan mata. Wah ternyata ciumannya pun cukup lihai. Aku menduga kalo dia sering di cium dengan pacarnya. Sambil kami berciuman tanganku yang satu memainkan payudaranya, tetapi yang satu mengelus bagian dalam pahanya yang mulus. Setiap tanganku bergerak melewati putingnya, badannya terasa menegang dan bergetar. Apalagi saat tanganku bermain di daerah selangkangannya. Aku meraba-raba daerah mekinya yang di tumbuhi bulu-bulu halus, mencari sebuah lubang kenikmatan yang belum pernah aku rasakan dan lihat sedekat ini. Ada rasa jahil dan ingin mengerjai dia, aku gesek-gesek lubang mekinya dia dengan tanganku, dia menggelinjang, seperti orang yang dikelitiki. Aku terus melakukannya dan dia mendesah ga karuan.. “sshhh…ahhh.. geli han.. udah yah plis.. aku ga kuat.. gelii han.. plisss” dia meracau ga karuan.. antara dia mempertahankan gengsinya atau menikmati segala macam yang g perbuat. Sambil tanganku bergrilya, ciumanku terus membombardir bibir, telinga, dan payudara cherryl. Karena dia sudah mulai on, aku mulai menyedot putingnya, sambil sesekali g gigit pelan-pelan yang membuat dia terus bergelinjang dan menegang menahan kenikmatan dari serangan yang g berikan bertubi-tubi.

Setelah puas bermain dengan payudaranya, akupun mulai menciumi perutnya dan terus ke bawah. Turun menciumi lututnya, naik ke paha bagian dalam, sambil sesekali lidahku bermain menjilati paha mulus cherryl. Sampai akhirnya pada pangkal pahanya, aku suruh dia menaikan satu kakinya, dan menumpu di keran shower. Baru kali ini g ngeliat dengan jelas keindahan sebuah lubang meki perempuan, yang biasanya hanya bisa g liat di film porno aja. G dekati dengan penuh nafsu, g jilati pinggiran lubangnya, g bisa mencium aroma wangi dari sabun yang dia pakai dan membuat g makin on. Dan akhirnya dengan rakusnya g jilatin sebuah tonjolan kecil mirip kacang, yang g baru tau ternyata itu adalah klitoris perempuan. Saat aku menjilati mekinya, cherryl hanya bisa pasrah sambil terus mendesah pelan. Badannya serasa seperti orang yang lemas. Dan merem melek melihat kelakuanku.

Gue: “gimana ryl.? Enak? Kataku sedikit member cibiran

Cherryl : “geli han.. udah yah pliss”

G yakin dia hanya bilang “udah” karena gengsi padahal badannya masih mau. “sial” pikir g dalem hati, “susah banget sih runtuhin gengsinya dia” g pun ga mau kalah, g terus maenin mekinya dia pake lidah dan sesekali g remas bukit kembarnya. Sampai dia tiba2 ngejepit kepala g dan sedikit mengerang..

Cherryl: “pliss han udah.. g mau pipis.. udah dulu..!”

G tau dia bentar lagi klimaks, dan g ga mau berhenti gitu aja, g terus bombardier dan akhirnya dia bener2 mengerang dan bisa g rasain, ada cairan asin yang gurih, sedikit amis dan g tau bahwa dia ngalamin orgasme.

Gue: “nah gimana, klo sekarang enak kan..? kata g

Cherryl: “ga tau han, tapi badannya enteng banget, g cape han.. udahan yah” kata dia memelas

Gue: “enak aja udahan..! lu udah dapet, g kan belom keluar”

Sebelom cherryl tersadar dari orgasmenya, g buru2 buat dia ngebelakangi g dan menyuruh dia sedikit menungging, g tempelin dan gesek-gesekin kontol g ke mekinya dia. Diapun mendesah lagi, dan ga menyadari bahwa g sebentar lagi mau masukin punyanya g ke lobang kenikmatannya dia. G pikir sebelom dia sadar dan nolak apa yang g lakuin g langsung hajar aja. Tanpa pikir panjang g masukin sedikit demi sedikit kontol g ke mekinya si cherryl..

Cherryl: “han sakit han..!!!” cheril tersadar, dan ingin berbalik. Tapi sebelom dia berbalik aku tahan badannya dan terus aku masukan sedikit demi sedikit.

Gue: sabar ryl, tar klo udah masuk juga enak kaya tadi

Cherryl: “plis han jangan g masih virgin” katanya memelas. Walaupun dari perkataannya dia ga mau aku bisa liat dari gelagat tubuhnya dia mengharapkan lebih. Tapi karena gengsinya yang besar dia masih bisa menolak keinginan badannya.

Cherryl: “plis han, g takut hamil..”

Gue: “tenang ryl, tar g keluarin di luar deh” kata g meyakinkan

Akhirnya cheril hanya bisa diam. Sambil aku berusaha memundur majukan pantatku agar penis ku bisa masuk lebih dalam, sekali-kali aku menciumi tengkuknya sambil berbisik. “cherryl, aku suka sama kamu, g pengen jadi pacar kamu” sambil terus kuciumin leher putihnya, sambil tangan g terus bermain di payudara, perut ,dan pahanya yang mulus. Akhirnya kepala penisku masuk sedikit demi sedikit. Walaupun licin, tapi sepertinya penisku terhambat. Aku terus berusaha, dan akhirnya masuk setengah penisku. Cherryl sedikit menegang, “sakit han” katanya lirih. “Sabar sayang, klo udah masuk semua pasti ga akan sakit lagi” sambil g ciumi terus lehernya dan sesekali g cubit putingnya untuk mengurangi konsentrasi pada mekinya. Akhirnya penis g bisa masuk ¾ bagian. Ternyata setelah masuk ¾ penisku justru terasa seperti di sedot untuk masuk lebih dalam lagi. Aku memaju mundurkan penisku, saat ku mundurkan terlihat sedikit ada darah keluar dari mekinya. Dan g yakin itu adalah darah perawannya dia. Sambil terus memaju mundurkan penisku, aku percepat temponya. Sampai bisa masuk seluruhnya, dank u keluarkan ¾ penisku, sampai kepalanya mau keluar dan g hujamin lagi masuk ke mekinya.

Cherryl terus mendesah saat g genjot bdannya dari belakang. Tangannya dia g suruh berpegangan pada keran shower. Sambil membelakangiku aku terus genjot dia. Terasa ada yang mengurut penisku saat aku tarik ke luar, dan seperti ada yang menyedot penisku saat aku dorong ke dalam. Baru sekali ini aku merasakan hal yang semacam ini. Tiba-tiba di tengah aku menggenjotnya, dia seperti kembali bergetar sambil menahan suaranya untuk tidak keluar..

Cherryl: “ahhh….. sssshhh…. Han… aku mau mau pipis lagi han”

Gue: “aku juga sayang aku mau keluar juga” sambil g percepat kocokan penis g pada mekinya

Cherryl: “ahh.. han ahhhhhhh… aku keluarrr….

Aku merasakan ada cairan hanyat menyembur di penisku..

Cherryl: “plisss.. kamu jangan keluarin di dalem ssstt… ahhh…”

Gue: “telat sayang aku juga keluar… argghhh…” akupun mengerang bersamaan dengan cherryl orgasme. Aku semprotkan 4sampai 5 kali semprotan di dalam. Akhirnya g cabut panis g dan terlihat ada leleran sperma keluar dari lubang mekinya cherryl. Dan g liat cheril langsung jongkok dan nangis.

Cherryl: “ brengsek lu han, ntar klo g hamil gimana?? g takut”

Langsung g peluk cheril, g sandarin dia di bahu g, g rangkul dan cium bibirnya. Entah kenapa g jadi sayang banget sama dia. G cium dengan penuh perasaan. Mungkin cherrylpun sadar perbedaan ciuman penuh nafsu yang tadi dengan ciuman yang sekarang. Bahkan diapun membalas dengan ciuman yang hangat.

Gue: “sayang, g janji, g bakal ada di samping kamu. G janji klo kamu sampe hamil, g bakal kawinin kamu. Bahkan klo kamu ga hamil pun, g tetep mau kawin sama kamu. G sayang sama kamu.

Cherryl: “beneran..??? kamu ga maenin aku kan?”

Gue: “serius.. g sayang sama kamu. Jadi cwe g yah”

Cherilpun mengangguk, lalu kami membersihkan diri bareng-bareng, aku semprot mekinya dia, dan berharap semua spermaku bisa keluar dan dia ga hamil. Aku bantu sabunin dia, dan dia sabunin aku, bahkan penisku sempet di oral lagi sama dia. Setelah beres, kami berpakaian. Kubiarkan cherryl keluar terlebih dahulu, dan member kode agar aku bisa keluar dari kamar ganti wanita tanpa kepergok orang lain. Kamipun bergegas pulang, cherryl menelefon kokonya agar tidak usah menjemput dia, karena aku yang akan mengantarnya kerumah. Setelah hari itu kami bener-bener pacaran, dan bertahan sampai sekarang. bahkan, kami sering melakukannya lagi saat setiap ada kesempatan. Di rumahnya atau di rumah g saat sedang tidak ada orang, di kampus dia saat dia sedang tidak ada pelajaran, bahkan di kolam renang yang sama seperti kamu pertama kali melakukannya. Rencananya tahun 2014 depan kami akan menikah, semoga kehidupan kami akan terus bahagia.. karena aku benar-benar menyayanginya..

Mungkin lain kali akan g ceritakan kisah g yang laen.

~TAMAT~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s